Detik yang pergi ( Jogya November 14,2006)

“Detik yang pergi ” 

11/7/2006  5:32 PM

lelah dalam sendiri , terperangkap dalam kesunyian namun si gadis tertawa dalam penatnya langkah hidup si gadis tertatih dalam kesunyian, menangis dalam malam, berteriak dalam lelap, berlari hingga lelah ketika tak tau bagaimana menghentikan waktu.

Si Gadis terdiam menatap alam berharap pada tuhan sebuah keajaiban. Si Gadis merindukan kawan, Si gadis terdiam dan menunggu dalam kesunyian, Si Gadis berdo’a dalam sujud dia menangis memohon ampun, dia tertidur dalam dzikir, tuhan aku lelah, Si Gadis meminta “ Tuhan berikan aku kebajikan dari sisi engkau”.  

Si Gadis bukan wanita solehah dalam hidup dia hanya mencoba berbuat baik karna si gadis tau dia bukan orang baik, si Gadis memohon ampun dalam shalawat ampunan , si gadis berjalan dalam dzikir, si gadis memandang dalam teduh meski begitu buruk dihadapan, Si gadis tersenyum meski itu menyakitkan. Si Gadis berkata Tuhan begitu mencintaiku…Dengan ikhlas si gadis berdiri dia melangkahkahkan kakinya, ketika berjalan entah kemana tujuan. Si Gadis bernyanyi “ aku akan memberi sisa cinta yang kumiliki jika cinta itu datang“

Si Gadis terbangun dalam lelap, menatap alam, menyapa dunia dengan senyum, menghela napas meski tak bisa berbohong. Ribuan tanya ada dalam benak .Tuhan ini semua takdirmu aku tidak menolaknya, jika harus kulewati berikanlah aku kemampuan untuk menjalaninya, hanya engkaulah yang tau segala yang tersembunyi dalam diriku, karna aku tau hingga pada saatnya nanti , Aku tau engkau maha adil ya tuhan dan keadilan itu ada dalam tanganmu.

Tuhan kirimkan aku cinta, sebelum waktuku, aku akan berbuat semampuku yang terbaik untuk cinta yang kaudatangkan.Tuhan aku akan lakukan yang terbaik semampuku.

Si gadis menyimpan rasa, memendam rasa yang tak sempat ia nyatakan ketika pria itu memilih untuk tidak disisinya, Ketika tau cinta mereka tak bisa bersama, si gadis hanya memegang janji untuk slalu ada jika ia ingin ada selama si gadis mampu.

Si Gadis tau hanya punya waktu yang tersisa yg diciptakan tuhan untuknya. Si Gadis jatuh dalam sakit,Alam menyentuhnya seolah merasakan derita si Gadis. Dan Ketika Pria itu datang, Sentuhan tangan si pria meneduhkan gadis dalam kedamaian.Alam bercita menyambut kedamaian si gadis , bercita dalam keteduhan , sangat teduh diantara alam.

 

 

Jogja 11/14/06,  7:00 AM

Ketika hati terasa dingin, setiap detik yg lewat dihela nafas yang panjang.terasa lelah sangat lelah. 

Bintang, anak2 kecil dalam permainan, si tua yg ompong berbusana lusuh rambut tak beraturan dan beruban memberi senyuman dalam kedukaan, tukang becak bersahutan mencari uang ke setiap wisatawan yang datang. Anak2 muda menghabiskan uang dan bergaya in bak bonjoir mode anak gaul zaman sekarang. 

Si gadis berjalan dengan kawan di balik malam di sebuah hotel mercure tempat si gadis beristirahat untuk semalam menyiapkan diri 1 hari perjalanan layaknya wisatawan.  Si gadis mencoba menyapa alam bagaimana rumput ketika aku menginjaknya, bagaimana tanaman ketika tak disiraminya, seperti apa anak2 yang kehilangan keluarga dan sanak saudaranya. Aku tidak sendiri sakit ku tidaklah penting. Yg penting bagaimana aku menghargai setiap nafas hidup yang tuhan berikan untukku hingga saat ini.   

Berjalan mencari kawan dalam lorong malam. Ada Cahaya datang dalam hati ketika sakit dirasakan kebersamaan menjadi obat dalam kesendirian. Luka si gadis tersapa lembut oleh senyuman dan sentuhan tangan-tangan kecil dan si tua. Si gadis berbisik lembut dalam dinginnya hati. Dan berkata “Terimakasih tuhan.”

Si gadis pergi melambaikan tangan.Si tua tersenyum berbalut jaket di genggaman. Jaket pilihan yang tak terlupakan “ Terimakasih tuhan untuk setiap detik yang telah ku lewatkan”.

Si gadis kembali dalam bangunan klasik hotel berlantai 3 di kawasan sudirman. Si gadis terlelap dalam malam. 

End-

Iklan