Menunggu

Kamis 16/11/06 23:30

di temani selimut malam…
Aku menghela napas panjang
mungkin tuhan menguji kesabaran
entahlah aku ingin menangis

*sebulir air mata kesabaran bercampur penantian
 jatuh bersama rintik hujan
 dan hujan menjadi saksi penantian
===

Jum’at 17/11/06 at 00:30 AM

Dalam malam
tak mampu aku tuk terpejam
rasa hati ingin berteriak hingga terpuaskan.

selimut tidur yang menjadi kawan
menyediakan diri untuk kehangatan dan kesendirian
selimut telah menjadi tempat penyiksaan

aku menjerit hingga selimut kesakitan
teriak memekik seolah aku berada di ketinggian
tak terdengar dan terhenti…
hingga terpejam dan terlelap bersama malam

 ===

Jum’at 17/11/06 at 08.00 AM

Nafas pagi kuraih , padahal ketika lari tadi pagi
aku serasa tak tau akan hidup lagi
rasanya tak ingin berhenti berlari dan berlari
padahal kusadari setiap detik aku bisa pergi
 ===

Jum’at 17/11/06 at 03.30 PM

Kulewati detik di setiap langkah
tak peduli mata dan langkah kaki yang lelah
tidak ada demonstrasi atau Hal2 yg kudapati
karna cukup bagiku seperti ini

Iklan