Tidak ada paksaan dalam menganut agama

Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (atau keta’atan). Sungguh telah jelas jalan yang benar (lurus keta’atannya kepada Allah) dari jalan yang tersesat (keta’atannya kepada Allah), maka barang siapa yang ingkar (keta’atannya) kepada Thoghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang pada tali yang amat kokoh yang tidak akan putus baginya (dari dunia sampai akhirat). Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (siapa yang beriman kepada Allah dengan menta’ati perintah-Nya). (Qs 2 : 256).

(Ingat !) Allah pelindung orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan ke cahaya terang. Dan Thoghut pelindung orang-orang kafir ia mengeluarkan mereka dari cahaya terang kepada kegelapan, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya (selama-lamanya). (Qs 2 : 257).

Demikianlah Allah menerangkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya. Bahwa tidak ada paksaan bagi kita dalam menganut agama atau keta’atan, dan yang demikian itu karena sungguh telah jelas jalan yang benar lurus keta’atannya kepada Allah, dari jalan yang tersesat keta’atannya kepada Allah. Maka barang siapa diantara kita ada yang ingkar keta’atannya kepada Thoghut syaitan yang mengikuti keinginannya sendiri, dan ia beriman kepada Allah dengan menta’ati perintah-Nya, maka sungguh ia telah berpegang teguh pada tali yang amat kokoh yang tidak akan putus baginya di dunia dan di akhirat. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui siapa diantara kita yang beriman kepada Allah dengan menta’ati perintah-Nya.

Ingat ! Allah pelindung kita yang beriman kepada Allah. Dan Allah yang mengeluarkan kita dari kegelapan ke cahaya terang, sehingga kita yang tadinya kita tidak mengetahui agama yang benar lurus keta’atannya kepada Allah, sekarang kita jadi mengetahui. Dan Thoghut syaitan yang mengikuti keinginannya sendiri itu dia pelindung orang-orang kafir, dia mengeluarkan mereka dari cahaya terang kepada kegelapan dengan membisik hati mereka, supaya mereka lupa atas apa yang telah Allah terangkan kepada mereka dengan ayat-ayat-Nya dalam Kitab Al Qur’an, sehingga mereka yang tadinya mereka mengetahui agama yang benar yang benar lurus keta’atannya kepada Allah, sekarang mereka jadi tidak mengetahui. Dan yang demikian itu karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah, maka mereka itulah yang menjadi penghuni neraka, dan mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.

Maka janganlah kita mendustakan apa yang telah Allah terangkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya dalam Kitab Al Qur’an, karena dengan ayat-ayat-Nya itu Allah hendak mengeluarkan kita dari kegelapan kecahaya terang, supaya kita mengetahui apa yang Allah perintahkan kepada kita, dan apa yang Allah tunjukan kepada kita dari perintah-Nya. Maka mari kita sambut cahaya Allah yang Allah terangkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya itu, walaupun orang-orang kafir hendak memadamkan cahaya Allah. Dan untuk lebih jelasnya mari kita baca ayat Allah yang menerangkan tentang itu kepada kita, yang firman-Nya :

Mereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka dan Allah tidak berkehendak selain menyempurnakan cahaya-Nya. walaupun orang-orang kafir tidak menyukainya. (Q.S 9 : 32).

Demikianlah Allah menerangkan kepada kita dengan ayat-Nya. Bahwa mereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka, karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah, dan Allah tidak berkehendak selain menyempurnakan cahaya-Nya. walaupun orang-orang kafir tidak menyukai cahaya Allah yang Allah terangkan kepada mereka dengan ayat-ayat-Nya. Maka karena itu janganlah kita mendustakan apa yang telah Allah terangkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya dalam Kitab Al Qur’an, karena dengan ayat-ayat-Nya itu Allah hendak mengeluarkan kita dari kegelapan kecahaya terang, Dan apakah kita tidak memperhatikan orang yang mendebat Nabi Ibrahim AS ketika beliau menerangkan tentang kekuasaan Allah ?  Dan untuk lebih jelasnya mari kita baca ayat-ayat Allah yang berikutnya, bagaimana Allah menerangkan tentang itu kepada kita, yang firman-Nya :

Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang (kekuasaan) Tuhannya ?, (yang demikian itu) karena Allah telah memberikan pemerintahan kepada orang itu. (Maka) ketika itu Ibrahim berkata: “ Tuhanku yang menghidupkan dan yang mematikan.“ Orang itu berkata : “ Akupun dapat menghidupkan dan mematikan.“ Ibrahim berkata : “Sesungguhnya Allah telah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat, kemudian orang kafir itu kehilangan akal, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.” (Qs 2 : 258).

Atau itu seperti orang yang melalui suatu negeri yang  telah roboh (tembok-temboknya) beserta atap-atapnya, (lalu) orang itu berkata : “ Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah negeri ini mati (atau roboh) ?“ Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian Allah menghidupkannya kembali, Dia berfirman: “ Berapa lamakah kamu tinggal disini ?“ ia menjawab : “ Aku tinggal di sini sehari atau setengah hari.“ Allah berfirman : “ Sebenarnya kamu tinggal disini sudah seratus tahun, maka lihatlah kepada makananmu dan minumanmu yang tidak berubah, dan lihatlah kepada keledaimu (yang telah menjadi tulang belulang), dan Kami akan menjadikan kamu sebagai tanda kekuasaan Kami untuk manusia, dan lihatlah kepada tulang belulang keledaimu, bagaimana Kami menyusun kembali keledai itu, kemudian Kami membungkusnya dengan daging. Maka tatkala telah nyata pada (kejadian)nya ia berkata : “ Aku yakin bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu“.(Qs 2 : 259).

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang yang mati.“ Allah berfirman : “ Apakah kamu belum percaya ?“ Ibrahim menjawab : “ Sebenarnya aku percaya, akan tetapi itu untuk menenteramkan hatiku.“ Allah berfirman : “ Ambilah empat ekor burung, lalu jinakkanlah burung itu kepadamu, kemudian jadikanlah tiap-tiap bagian dari padanya pada tiap-tiap bukit, kemudian panggilah dia niscaya dia akan datang kepadamu dengan segera. Dan ketahuilah bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Qs 2 : 260).

Demikianlah Allah menerangkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya. Maka bagaimana, apakah kita tidak memperhatikan orang yang mendebat Nabi Ibrahim AS ketika beliau menerangkan tentang kekuasaan Tuhannya ? Dan yang demikian itu mari kita perhatikan, bagaimana Allah menanyakan tentang itu kepada kita, padahal ketika itu kita tidak hadir bersama Nabi Ibrahim AS. Sungguh yang demikian itu Allah mengajar kita dengan ayat-ayat-Nya, supaya kita mempunyai hujah apabila kita ada orang yang mendebat ketika kita menerangkan tentang kekuasan Allah kepadanya. Maka mari kita perhatikan, bagaimana ketika Nabi Ibrahim AS menerangkan tentang kekuasan Tuhannya kepada orang yang mendebat beliau, dan ketika itu beliau berkata kepadanya : “ Tuhanku yang menghidupkan dan yang mematikan.“ Kemudian orang itu berkata : “ Akupun dapat menghidupkan dan mematikan.“ Dan yang demikian itu karena Allah telah memberikan pemerintahan kepada orang itu, maka karena itu dia mempersamakan kekuasaan Allah dengan kekuasaan dirinya seakan-akan dia dapat berbuat apa saja yang dia kehendaki. Maka ketika itu Nabi Ibrahim AS berkata kepadanya : “ Sesungguhnya Allah telah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat, kemudian orang kafir itu kehilangan akal, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.”

Demikianlah hujah Nabi Ibrahim AS ketika beliau ada yang mendebat tentang kekuasaan Tuhannya. Dan yang demikian itu Allah mengajar kita dan memberi petunjuk kepada kita, supaya kita mempunyai hujah apabila kita ada yang mendebat ketika kita menerangkan tentang kekuasan Allah kepadanya. Dan sesudah itu mari kita perhatikan lagi bagaimana Allah menerangkan tentang kekuasaan-Nya kepada kita. Dan Allah berfirman : Atau yang demikian itu seperti orang yang melalui suatu negeri yang tembok-temboknya dan atap-atapnya roboh, lalu orang itu berkata : “ Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah negeri ini mati atau roboh !” Maka ketika itu Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian Allah menghidupkannya kembali, lalu Allah berfirman: “ Berapa lamakah kamu tinggal disini ?“ ia menjawab : “ Aku tinggal di sini sehari atau setengah hari.“ Allah berfirman : “ Sebenarnya kamu tinggal disini sudah seratus tahun, maka lihatlah kepada makananmu dan minumanmu yang tidak berubah, dan lihatlah kepada keledaimu yang telah menjadi tulang belulang, dan Kami akan menjadikan kamu sebagai tanda kekuasaan Kami untuk manusia, dan lihatlah kepada tulang belulang keledaimu, bagaimana Kami menyusun kembali keledai itu, kemudian Kami membungkusnya dengan daging. Maka tatkala telah nyata kejadiannya ia berkata : “ Aku yakin bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.“

Demikianlah Allah menerangkan tentang kekuasan-Nya kepada kita. Dan yang demikian itu Allah mengajar kita dan memberi petunjuk kepada kita, bahwa apabila kita melaui suatu jaman, yang pada jaman itu iman manusia kepada Allah roboh, seperti tembok-tembok dan atap-atap bangunannya roboh, sehingga manusia bebas melanggar cegahan Allah apa saja yang mereka kehendaki, karena mereka tidak ada pagar yang menghalangi mereka dari berbuat demikian, dan tidak pula mereka mempunyai tempat berlindung dan benaung untuk mereka minta perlindungannya. Maka apabila kita telah melalui jaman itu, lihatlah oleh kita kepada makanan kita dan minuman kita yang tidak berubah selama seratus tahun, maka makanan dan minuman apakah yang tidak berubah selama seratus tahun ? Dan yang demikian itu tentu saja makanan dan minuman untuk santapan rohani kita, yaitu ayat-ayat Allah dalam Kitab Al Qur’an yang kita tidak menyampaikannya kepada manusia untuk santapan rohani mereka. Maka karena itu iman manusia kepada Allah roboh, sehingga mereka bebas melanggar cegahan Allah apa saja yang mereka kehendaki, dan yang demikian itu karena mereka tidak mengetahui apa yang Allah cegah atas mereka, dan apa yang Allah perintahkan kepada mereka dengan ayat-ayat Nya dalam Kitab Al Qur’an.

Maka apabila kita telah melalui jaman itu, sampaikanlah perkataan Allah kepada manusia, supaya mereka mengetahui apa yang Allah cegah atas mereka, dan apa yang Allah perintahkan kepada mereka dengan ayat-ayat Nya dalam Kitab Al Qur’an, supaya iman mereka kepada Allah tidak roboh. Dan yang demikian itu lihatlah oleh kita kepada keledai kita yang telah menjadi tulang belulang, dan itu benar-benar telah mati tidak dapat membawa beban-beban kita untuk kita menyampaikan perkataan Allah kepada manusia. Maka jika kita mau menyampaikan perkataan Allah kepada manusia, maka Allah akan menjadikan kita sebagai tanda kekuasaan Allah untuk manusia, dan itu lihatlah oleh kita kepada tulang belulang keledai kita, bagaimana Allah menyusun kembali keledai itu, dan yang demikian itu Allah akan membungkusnya dengan daging, supaya keledai itu hidup kembali dapat membawa beban-beban kita untuk kita menyampaikan perkataan Allah kepada manusia. Maka apabila telah nyata kejadiannya, berkatalah kita : “ Aku yakin bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.“

Demikianlah Allah mengajar kita dan memberi petunjuk kepada kita, apabila kita telah melaui suatu jaman, yang pada jaman itu iman manusia kepada Allah roboh, Dan sesudah itu mari kita perhatikan lagi bagaimana Allah menerangkan tentang kekuasaan-Nya kepada kita, apabila kita mau mengadakan santapan rohani. Dan Allah berfirman : Ingatlah ketika Nabi Ibrahim AS berkata : “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang yang mati.“ Allah berfirman : “ Apakah kamu belum percaya ?“ Nabi Ibrahim AS menjawab : “ Sebenarnya aku percaya, akan tetapi itu untuk menenteramkan hatiku.“ Allah berfirman : “ Ambilah empat ekor burung, lalu jinakkanlah burung itu kepadamu, kemudian jadikanlah tiap-tiap bagian dari makanannya pada tiap-tiap bukit, kemudian sesudah itu panggilah dia, niscaya dia akan datang kepadamu dengan segera. Dan ketahuilah bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Demikianlah Allah menerangkan kekuasaan-Nya kepada kita. Dan yang demikian itu Allah mengajar kita dan memberi petunjuk kepada kita untuk kita mengadakan santapan rohani. Maka apabila kita hendak mengadakan santapan rohani, jinakanlah hati manusia itu kepada kita, kemudian sediakanlah makanan dan minuman untuk santapan rohani mereka, dan sesudah itu panggilah mereka, niscaya mereka akan datang kepada kita dengan segera, jika Allah menghidupkan jiwa mereka. Akan tetapi jika Allah tidak menghidupkan jiwa mereka, tentu mereka tidak akan datang memenuhi panggilan kita untuk santapan rohani. Dan yang demikian itu karena jiwa mereka mati, dikarenakan mereka tidak memakan makanan untuk santapan rohani mereka, maka karena itu sampaikanlah perkataan Allah kepada mereka, supaya jiwa mereka hidup. Dan apabila kita dipanggil kepada apa yang menghidupkan jiwa kita, datanglah kita dengan segera, karena itu sesuatu yang Allah perintahkan kepada kita, dan untuk lebih jelasnya mari kita baca ayat Allah yang menerangkan tentang itu kepada kita, yang firman- Nya :

Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rosul apabila kamu dipanggil kepada apa yang menghidupkan (jiwa)mu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah telah membatasi antara seseorang dan hatinya, dan sesungguhnya Dia akan mengumpulkan kamu kepada-Nya. (Qs 8 : 24).

Demikianlah Allah menerangkan kepada kita dengan ayat-Nya. Dan yang demikian itu Allah menyuruh kita, supaya apabila kita dipanggil kepada apa yang menghidupkan jiwa kita, atau kita dipanggil untuk santapan rohani, datanglah kita dengan segera, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah telah membatasi antara seseorang dan hatinya, supaya apabila dia menyampaikan perkataan Allah kepada kita, dia tidak mengganti perkataan Allah dengan perkataan yang lain, dan yang demikian itu karena sesungguhnya Allah akan mengumpulkan kita kepada-Nya. Maka mari kita sampaikan perkataan Allah kepada saudara kita, supaya mereka mengetahui bahwa Allah akan mengumpulkan mereka kepada-Nya. Dan mari kita nafkahkan harta kita di jalan Allah, supaya kita beruntung di dunia dan di akhirat, dan yang demikian itu karena Allah akan melipat gandakan harta kita dengan tujuh ratus kali dari harta yang kita nafkahkan.

Sumber : http://majelismuslim.com/?p=201

-dalam situs majelismuslim anda bisa menemukan berbagai cara menjalani kehidupan yang disebutkan dalam Al-Qur’an.-

Iklan