Penciptaan Alam Semesta

Terciptanya Langit dan Bumi menurut Al-Quran dan Sains

Para ilmuwan seperti George Lemaitre (1920), George Gamov (1948), hingga Stephen Hawking (1988) membenarkan bahwa teori “Big Bang”” Solar Nebula”. Gas dan debu tersebut dalam solar nebula ini berasal dari sebuah bintang yang meledak dan disebut sebagai SUPERNOVA. telah dapat menjelaskan kejadian awal alam semesta. Teori tersebut mengatakan  alam semesta dulunya tersusun dari zat yang sangat rapat,padat dan panas. Beberapa kejadian terbentuk karena suatu ledakan kosmik yang disebut dengan Big Bang, sekitar 13,7 milyar tahun lalu.Sejak saat itu alam semesta mengembang dan mendingin.Sebagian besar pakar percaya bahwa bumi, matahari dan semua planet dan bulan-bulannya dalam tata surya terbentuk pada 4,6 milyar tahun yang lalu dari suatu awan gas raksasa dan debu yang disebut

Allah SWT berfirman di dalam Al Quran:

“Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya dalam 6 (enam) masa, kemudian Dia bersemayam diatas ARSY’, tidak ada bagi kamu selain dari pada Nya seorang penolongpun dan tidak seorangpun pemberi Syafaat. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” ( As-Sajdah,32:04)

Dengan perhitungan matematika sederhana,  dapat dijelaskan sbb:

Analogi:

Allah menciptakan alam semesta dan bumi  = 6 masa (QS 32:04)

Menciptakan bumi = 2 masa (QS 41:09)

Umur Bumi versi sains (geology) = 4.560.000.000 tahun,

jadi umur bumi = 2/6 = 1/3 umur alam semesta.

4.560.000.000 x 3 = umur alam semesta (setelah Big Bang)

= 13.680.000.000 tahun atau,

4.560.000.000 : 2 = 2.280.000.000 tahun.

Jadi, umur alam semesta sejak pemisahan langit dan bumi versi Al Quran :

6 x 2.280.000.000 = 13.680.000.000 tahun.

Terbukti :

Versi sains mengatakan umur alam semesta sejak peristiwa Big Bang = 13.700.000.000 tahun. Apakah ini suatu kebetulan?

Perbedaan perhitungan diatas  antara pendekatan AlQuran + sains dan sains saja hanya sekitar 20 juta  tahun ( tidak ada artinya dalam perhitungan Cosmology), sangatlah mengherankan bila seorang buta huruf seperti   Nabi Muhammad SAW sejak 1400 tahun lalu telah dpt mengungkapkan bhw umur bumi = 1/3 umur alam semesta setelah ledakan kosmik Big Bang, bila itu bukan perkataan dari sang pencipta langit dan bumi yang disampaikan oleh Muhammad SAW dimasa itu.

Seorang ahli kosmologi dan astro-fisika ketika menghitung alam semesta, haruslah mempunyai beberapa data dasar perhitungan seperti :

1.Elemen kimia di alam semesta.

2.Cluster bintang tertua.

3.Bintang dwarft tertua , dll.

Itulah yang dilakukan oleh Prof.Jean Claude Pecker (Leading Scientist Author & Rationalist, Batelere ‘College D’France’) Dalam membuktikan teorinya (data NASA) umur alam semesta berdasarkan “Globular  Cluster” tertua yang ditemukan berkisar 11 – 18 milyar tahun.

Berdasarkan ketiga hal tsb itulah Profesor tsb dapat menghitung umur alam semesta, sehingga alam semesta dapat diketahui berumur kurang lebih 18 milyar tahun (menggunakan unsur Re-187) dan berdasarkan data-data geologi (umur meteorite tertua) yang jatuh ke bumi maka bumi dapat diperkirakan berumur 4,56 milyar tahun (menggunakan unsur Sr-87 / Sr-86).

Selanjutnya, Allah SWT telah mengatakan dalam Al-Quran melalui pengertian relativitas waktunya dalam beberapa ayat yang dapat kita jadikan dasar perhitungan umur alam semesta secara sederhana:

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian itu naik kepada Nya dalam 1 hari yang kadarnya adalah 1.000 tahun menurut perhitungan mu” (QS 32:5)

“Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janjiNya. Sesungguhnya sehari disisi tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu” (QS 22:47)

“Malaikat-malaikat naik kepada tuhan dalam sehari yang kadarnya 50.000 tahun.” (QS 70:4)

Maka dengan perhitungan matematika sederhana, dapat dilakukan perhitungan yang dapat menjelaskan umur alam semesta secara mudah sebagai berikut :

( QS 32:5) & ( QS 22:47) : 1 hari disisi Allah = 1.000 tahun manusia (t).

( QS 70:4) : Kadar/waktu 1 hari malaikat ke langit kadarnya = 50.000 tahun (t)

Analogi:

Umur alam semesta (gyr) berdasarkan Quran:

1.000 x 50.000 x  365,2422= 18.262.110.000 (t) ( 18 milyar tahun)

Terbukti:

Perhitungan umur alam semesta sangat mendekati antara Al Quran (18,26 Milyar) dan sains (18 Milyar)  kisaran umur alam semesta adalah = 11,5 s/d 18 milyar tahun menurut Prof.Jean Claude Pecker.

Analogi Terbalik:

Bila kita ingin tahu umur alam semesta ( versi sains),disisi Allah SWT ternyata hanya :

18.000.000.000 : 1.000 : 50.000 : 365,2422 = 0.9856 hari

Jadi hanya = 0,99 hari Allah ( 99 = Asmaul Husna)

Subhanallah! Apakah semua ini suatu kebetulan ?

Bukti pembulatan diatas dapat dibenarkan :

0,99 x 1.000 x 50.000 x 365,2422 = 18.079.488.000 ( masih dalam range ).

Bila bumi berumur = 4,56 Milyar tahun,

Analogi perhitungan :

4.560.000.000 x 4 = 18.240.000.000 tahun, ternyata umur alam semesta merupakan perhitungan kelipatan umur bumi.

Alam semesta sebelum Big Bang = 4 x umur bumi ( 18  ( 0 – 0,262) M )

Alam semesta setelah Big Bang   = 3 x Umur bumi ( 13,68 ( 0 – 0,20) M )

Bila analogi perhitungan diatas benar, maka ketika alam semesta ini berumur 18 milyar tahun menurut perhitungan manusia, ternyata tidak sampai 1 hari menurut perhitungan Allah SWT yaitu 0,99 hari, Subhanallah.

Dari data diatas terdapat perbedaan antara umur alam semesta berdasarkan teori BIG BANG ( 13,7 Milyar) dan teori Prof.Jean Claude Pecker ( 18 Milyar ) yang dari penjelasan teorinya telah dikemukakan bahwa umur yang didapat kemungkinan umur alam semesta sebelum ledakan kosmik Big Bang, padahal sejak 1400 tahun lalu Allah SWT melalui Al Quran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, telah menjelaskan teori tersebut diatas dengan bahasa yang begitu indah dan bijaksana, seperti ini :

“ Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui, bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah sesuatu yang padu, kemudian kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada jua beriman ?” ( QS 21:30)

Selanjutnya setelah analisis demi analisis diatas menjadi semakin jelas. Akhirnya dapat disimpulkan pengertian makna sains pada surat As-sajdah (QS 32:04) diatas , tentunya dengan cara menggabungkan analisis Al Quran dan data sains yang ada.

Allah SWT menciptakan alam semesta dalam 6 masa atau 6 tahap yang dimaksud adalah sebagai berikut : ( Wallahu’alam bish shawab)

Tahap 1 ( 18 Milyar tahun lalu, hanya  0,99 hari disisi Allah SWT)

Gumpalan asap à “titik singularitas”, sangat rapat, padat, dan panas

(QS 41:11)

Tahap 2 ( 15-13,7 milyar tahun lalu, disisi Allah hanya 0,82 – 0,75 hari )

Pemisahan langit dan bumi, ledakan kosmik dahsyat  “Big Bang” (QS 21:30)

Tahap 3 ( 13,1-8,7 milyar tahun lalu, disisi Allah hanya 0,71 – 0,47 hari )

Pembentukan bintang dan gugusan bintang ( ledakan bintang “Supernova”, pembentukan formasi bintang,proto galaksi, galaksi dan quasar, formasi group cluster galaksi dan super cluster )  QS 15:16,  QS 25:61,  QS 85:01.

Tahap 4 ( 5,0 milyar tahun lalu, disisi Allah SWT hanya 0,27 hari )

Pembentukan “Matahari”( Red Giant) QS 10:05, QS 21:33, QS 91:01, QS 71:16.

Tahap 5 ( 4,56-4,0 milyar tahun lalu, disisi Allah SWT hanya 0,249-0,219 hari)

Pembentukan “bumi”( masih mati) dan “bulan”.

QS 15:19,  QS 54:01,  QS 57:17,  QS 71:19-20,  QS 78:06,  QS 91:06.

Tahap 6 ( 3,5 milyar-140 ribu tahun lalu, disisi Allah SWT hanya 0,191-0,00000766 hari). Bumi menyemai kehidupan hingga manusia hadir (Nabi Adam AS) dirumah bumi sebagai “khalifah”.

QS 2:22, QS 13:03, QS 17:37, QS 20:53, QS 50:07-08, QS 79:30-33.

Akhirnya setelah kita bersama memahami tahap-tahap penciptaan alam semesta diatas, maka masih beranikah kita merusak lingkungan hidup yang telah disiapkan  Allah SWT hanya untuk menyambut kita.

“Ia-lah yang menjadikan engkau khalifah di atas bumi.” QS. 35: 39

“Engkau adalah umat yang terbaik.” QS. 3: 110

Betapa terharunya kita bahwa Allah SWT telah  begitu memanjakan manusia dengan segala persiapan yang telah dibuatNya di alam jagad raya selama 18 milyar tahun ( hitungan manusia), sebelum planet bumi dapat siap dihuni oleh umat manusia sebagai keturunan Nabi Adam AS dan Siti Hawa yang telah terbukti, berdasarkan Mitochondria DNA—sebagai ibu seluruh umat manusia.

“Patutkah kamu kafir kepada Ku yang telah menciptakan bumi dalam dua masa? Maka apakah kamu tidak memperhatikan? Nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?Tidakkah kamu berfikir? Maka mengapakah mereka tiada jua beriman? Mengapa kamu adakan sekutu-sekutu bagi Nya?

Masihkah kita perlu bukti lagi tentang kebesaran Allah SWT?

Sedangkan telah ada beribu tulisan yang membuktikan kebenaran Al Quran?”

Sumber : sony

Iklan